2 Pria Sumedang Jabar Lompat ke Laut Mamuju, Takut Jadi Korban Perdagangan Manusia

- Penulis

Selasa, 7 Januari 2025 - 16:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarasulbar.id, MAMUJU – Dua pria asal Sumedang, Jawa Barat (Jabar), ditemukan terdampar di perairan Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (7/1/2025).

Dua pria itu bernama Deni Sugita (40) dan Ikbal Fauzi (40), ia nekat melompat dari kapal lantaran takut menjadi korban perdagangan manusia.

Setelah melompat dari kapal kedua pria itu mengaku, terombang-ambing di lautan beberapa hari hingga ditemukan oleh nelayan asal Tapalang Barat.

Nelayan bernama Rahman bersama empat rekannya sedang melaut mencari ikan di perairan Desa Lebani dan meraka melihat dua orang terapung di tengah laut.

“Mereka langsung menyelamatkan dua orang pria itu dan membawanya ke daratan. Karena dia sedang meminta pertolongan,”kata Kasi Humas Polresta Mamuju Ipda Herman Basir di Mamuju, Selasa (7/25).

Korban mengaku, mereka adalah pekerja yang tergiur oleh iklan lowongan pekerjaan (Loker) melalui media sosial pada akhir November 2024 tahun lalu.

Dalam iklan tersebut, mereka dijanjikan gaji besar hingga puluhan juta rupiah, dengan pembayaran setiap bulan ketika kapal bersandar.

Setelah mendaftar, mereka sempat menerima uang muka sebesar Rp200.000 dari total yang dijanjikan Rp2.500.000.

“Pada awal Desember 2024, kedua korban bersama sekitar 37 orang lainnya dibawa menggunakan mobil travel menuju pelabuhan dan kemudian dinaikkan ke atas kapal,” kata Herman.

Namun, setelah lebih dari sebulan, kapal tidak kunjung bersandar di dermaga manapun, dan tidak ada pekerjaan yang jelas di atas kapal.

Para pekerja mulai merasa resah, terlebih setelah mendengar isu bahwa kapal akan melanjutkan pelayaran ke wilayah Papua.

Merasa2 Pria Sumedang Jabar Lompat ke Laut Mamuju, Takut Jadi korban Perdagangan Manusia

Suarasulbar.id, MAMUJU – Dua pria asal Sumedang, Jawa Barat (Jabar), ditemukan terdampar di perairan Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (7/1/2025).

Dua pria itu bernama Deni Sugita (40) dan Ikbal Fauzi (40), ia nekat melompat dari kapal lantaran takut menjadi korban perdagangan manusia.

Setelah melompat dari kapal kedua pria itu mengaku, terombang-ambing di lautan beberapa hari hingga ditemukan oleh nelayan asal Tapalang Barat.

Nelayan bernama Rahman bersama empat rekannya sedang melaut mencari ikan di perairan Desa Lebani dan meraka melihat dua orang terapung di tengah laut.

“Mereka langsung menyelamatkan dua orang pria itu dan membawanya ke daratan. Karena dia sedang meminta pertolongan,”kata Kasi Humas Polresta Mamuju Ipda Herman Basir di Mamuju, Selasa (7/25).

Korban mengaku, mereka adalah pekerja yang tergiur oleh iklan lowongan pekerjaan (Loker) melalui media sosial pada akhir November 2024 tahun lalu.

Dalam iklan tersebut, mereka dijanjikan gaji besar hingga puluhan juta rupiah, dengan pembayaran setiap bulan ketika kapal bersandar.

Setelah mendaftar, mereka sempat menerima uang muka sebesar Rp200.000 dari total yang dijanjikan Rp2.500.000.

“Pada awal Desember 2024, kedua korban bersama sekitar 37 orang lainnya dibawa menggunakan mobil travel menuju pelabuhan dan kemudian dinaikkan ke atas kapal,” kata Herman.

Namun, setelah lebih dari sebulan, kapal tidak kunjung bersandar di dermaga manapun, dan tidak ada pekerjaan yang jelas di atas kapal.

Para pekerja mulai merasa resah, terlebih setelah mendengar isu bahwa kapal akan melanjutkan pelayaran ke wilayah Papua.

Merasa khawatir akan keselamatan mereka, kedua korban memutuskan untuk melompat ke laut pada Kamis malam, 2 Januari 2025, tanpa sepengetahuan awak kapal maupun rekan-rekan lainnya.

Berbekal pelampung dan ransel yang dibungkus plastik, mereka bertahan di laut selama beberapa hari sebelum ditemukan oleh Rahman dan rekannya.

Saat ini dua pria itu berada di Polsek Tapalang dan akan berkoordinasi dengan keluarganya di Sumedang Jawa Barat. (Irh) khawatir akan keselamatan mereka, kedua korban memutuskan untuk melompat ke laut pada Kamis malam, 2 Januari 2025, tanpa sepengetahuan awak kapal maupun rekan-rekan lainnya.

Berbekal pelampung dan ransel yang dibungkus plastik, mereka bertahan di laut selama beberapa hari sebelum ditemukan oleh Rahman dan rekannya.

Saat ini dua pria itu berada di Polsek Tapalang dan akan berkoordinasi dengan keluarganya di Sumedang Jawa Barat. (Irh)

Penulis : Sukardi

Editor : Super Aji

Sumber Berita : Suarasulbar.id

Berita Terkait

Kursi Wagub Sulbar Kosong, Nama Jalaluddin dari PKS Mulai Muncul di Publik
KKMSB Kaltim Salurkan Bantuan kepada Penyintas Kebakaran di Kampung Tulu Polman
Besok, Muhammadiyah Mamuju Laksanakan Salat Id di Stadion Manakarra
Pengacara di Mamuju Berbagi Takjil, Cerita Lawyers Gelar Buka Puasa Bersama
Safari Ramadan 1447 H, PT Letawa Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat Tikke Raya
Jamkrindo Mamuju Gelar Safari Ramadan, Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu
K3 Diduga Tak Lengkap, Pekerja Tewas dan Sungai Tercemar, DPRD Sulbar Desak PT Palma Dihentikan Sementara
Aksi Berulang Tanpa Jawaban, Massa Aksi Kembali Kepung PT Palma

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 12:48 WITA

Kursi Wagub Sulbar Kosong, Nama Jalaluddin dari PKS Mulai Muncul di Publik

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:55 WITA

KKMSB Kaltim Salurkan Bantuan kepada Penyintas Kebakaran di Kampung Tulu Polman

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:22 WITA

Besok, Muhammadiyah Mamuju Laksanakan Salat Id di Stadion Manakarra

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:42 WITA

Pengacara di Mamuju Berbagi Takjil, Cerita Lawyers Gelar Buka Puasa Bersama

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:41 WITA

Safari Ramadan 1447 H, PT Letawa Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat Tikke Raya

Berita Terbaru