Dana Desa Hilang, Proyek Ketel Nilam Jadi Simbol Kontroversi di Lombang Timur

- Penulis

Sabtu, 6 September 2025 - 14:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majene, Suarasulbar.id – Dana Desa di Lombang Timur, Kecamatan Malunda Kabupaten Majene, Peovinsi Sulawesi Barat, dilaporkan hilang tanpa jejak.

Penjabat (Pj.) Kepala Desa Lombang Timur, Juma Ali, mengakui adanya dana yang belum bisa dipertanggungjawabkan sejak dijabat oleh pejabat kepala desa sebelumnya, berinisial A.

Juma Ali mengungkapkan, dari total dana desa yang telah dicairkan oleh mantan Pj. A sebesar Rp462 juta, hanya sekitar Rp95 juta yang terealisasi untuk kegiatan BLT, PMT, serta penggajian kader desa.

“Sisanya sampai sekarang belum jelas. Yang baru dikembalikan hanya Rp180 juta, itu pun bukan oleh yang bersangkutan langsung, tapi melalui orang tuanya, Ahmad,” ujar Juma Ali saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (05/09/2025).

Pengembalian tersebut, lanjut Juma Ali, dibuktikan dengan kwitansi serah terima. Namun hal itu belum menyelesaikan seluruh persoalan. Dari penghitungan sementara, masih ada sekitar Rp187 juta dana desa yang belum jelas keberadaannya.

Juma Ali juga mengungkap adanya persoalan lain terkait perubahan sepihak atas program pembangunan desa. Salah satunya, alokasi anggaran Rp100 juta untuk pembangunan ketel pembakaran nilam yang disebut tidak pernah disepakati warga.

“Awalnya masyarakat tahu programnya adalah pembangunan jalan. Tapi oleh mantan Pj. A, secara sepihak diubah menjadi proyek ketel nilam. Dan sampai hari ini masyarakat tidak menerima itu,” ungkapnya.

Proyek ketel nilam tersebut kini menjadi ganjalan serius di lapangan. Selain dianggap tidak sesuai kebutuhan warga, keputusan itu pun dinilai tidak melewati proses musyawarah desa sebagaimana mestinya.

Berita Terkait

Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar
ATR/BPN Sebut Tak Pernah Terbitkan Sertifikat di Objek Sengketa
Saatnya UMKM Naik Kelas, Jamkrindo Buka Gerbang Besar Ekonomi Sulbar
Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri
Belanja Natura Bermasalah, BPK Sebut Ketua DPRD Mamuju dalam Temuan Rp70 Juta
Di Sidang, Eks WKSM Sebut Lahan Sengketa Milik Pak Balo, Bukan Perusahaan
10 Anggota DPRD Polman Diperiksa Kejati, Siapa yang Akan Terseret?
BREAKING NEWS, Polresta Mamuju Sita 3 Alat Berat Tambang Ilegal di Kalumpang, Siapa Pemiliknya?

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:32 WITA

Waketum DPP Hanura Tekankan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Musda IV Sulbar

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:52 WITA

Saatnya UMKM Naik Kelas, Jamkrindo Buka Gerbang Besar Ekonomi Sulbar

Rabu, 29 April 2026 - 20:05 WITA

Jelang Open Tournament, FORKI Sulbar Gelar Penataran Wasit dan Juri

Rabu, 29 April 2026 - 17:50 WITA

Belanja Natura Bermasalah, BPK Sebut Ketua DPRD Mamuju dalam Temuan Rp70 Juta

Selasa, 28 April 2026 - 22:19 WITA

Di Sidang, Eks WKSM Sebut Lahan Sengketa Milik Pak Balo, Bukan Perusahaan

Berita Terbaru