Pasangkayu, Suarasulbar.id – Pemilik Tambak Ikan di pasangkayu mengeluhkan air sungai yang tercemar limbah pabrik.
Limbah pabrik tersebut di duga berasal dari pabrik CPO PT Palma yang berdiri desa kasano.
Beberapa pemilik tambak mengeluhkan air bersih dari sungai, sedangkan tambak milik mereka bergantung dari sungai kasano.
“Tambak yang kami punya sudah tercemar oleh limbah, sudah lama sejak beberapa tahun lalu. Limbah yang mencemari tambak milik kami berasal dari air sungai Kasano yang kami masukan ke dalam tambak,” ungkap Heriati, pemilik tambak, saat dihubungi wartawan, melalui sambungan telepon, Kamis (4/12/2025).
Sekitar 7 hektar tambak milik heriati, tercemar akibat limbah pabrik, sehingga akibatkan ikan yang ada didalam mati setiap harinya.
“Limbah yang mencemari tambak warga masuk kedalam tambak saat warga mengisi air tambak. Kalau kami mengisi air tambak dengan menggunakan air sungai maka limbah pabrik ikut masuk ke dalam tambak” ujarnya.
Lebih jauh dia mengatakan, tambak warga yang tercemar di lokasi sepanjang Sungai Kasano tersebut mencapai ratusan hektar.
Kerugian yang dialami pemilik tambak mencapai milyaran rupiah.
“Kami bingung mau bagaimana pak, tambak kami butuh air, selama ini kita cuman mengharap air hujan untuk mengisi tambak. Sedangkan jika air sedikit ikan mati kepanasan, makanya pada waktu itu suami saya mengisi tambak dengan air sungai,” pintanya.
Tercemarnya Sungai Kasano sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.
“Warga pemilik tambak saat ini hanya bisa berharap agar pemerintah turun tangan membersihkan limbah yang mencemari Sungai Kasano agar masayarakat pemilik tambak tidak lagi kesulitan untuk mengisi air ke dalam tambaknya,” tutupnya.











