Suarasulbar.id, MAMUJU – Dalam upaya menjaga stabilitas dan ketertiban di Kabupaten Mamuju Tengah, sejumlah pihak telah menyatukan tekad untuk menyelesaikan permasalahan jalan rusak di Desa Tabolang.
Keterlibatan aktif dari masyarakat, pejabat pemerintah, dan perwakilan perusahaan menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan bahwa infrastruktur yang rusak segera diperbaiki demi kenyamanan dan keselamatan warga.
Dalam forum terbuka yang diadakan di kantor DPRD Kabupaten Mamuju Tengah, koordinator aksi dari Desa Tabolang menyampaikan keluhan mendalam dari masyarakat.
“Kami sudah lama merasa diabaikan. Jalan yang rusak ini telah menghambat aktivitas sehari-hari, mengganggu mobilitas, dan menimbulkan risiko kecelakaan,” ungkap koordinator aksi.
Seorang warga Andi, menyambut baik hal itu karena akan mendukung kenyamanan warga lainya dalam menjalankan aktivitas.
“Anak-anak kami harus menempuh jalan berlubang dan berdebu setiap pagi, dan kami tidak ingin terus hidup dalam ketidakpastian,” ujarnya, Kamis (20/2/2025).
Pejabat DPRD, melalui Ketua Komisi II, menyatakan bahwa pihaknya telah mendengarkan dengan seksama aspirasi masyarakat.
“Kami telah bekerja sama dengan instansi terkait untuk menyusun rencana kerja yang konkret. Tim pengawasan gabungan akan dibentuk untuk memantau pelaksanaan perbaikan agar setiap janji bisa direalisasikan,” jelasnya.
Hal ini ditegaskan oleh pejabat lain dari pemerintah daerah yang menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahap pengerjaan.
Perwakilan dari PT. Brantas menyatakan kesiapan mereka untuk segera melakukan perbaikan.
“Kami menyadari betapa krusialnya perbaikan ini bagi masyarakat. Meskipun kami menghadapi beberapa kendala teknis, kami telah melakukan penyesuaian dalam rencana operasional dan material yang dibutuhkan telah disiapkan. Kami berkomitmen untuk memulai pengerjaan secara bertahap dan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah serta masyarakat,” kata perwakilan perusahaan.
Beberapa perwakilan masyarakat lain juga memberikan pandangan kritis namun konstruktif. Seorang tokoh masyarakat, Rusdi, menyatakan.
“Kami mengharapkan komitmen nyata. Jika janji-janji hanya tinggal kata-kata, maka kami akan terus menuntut kejelasan dengan cara yang lebih tegas. Kami berharap semua pihak bisa bekerja sama untuk mewujudkan perbaikan yang berkualitas.” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari kelompok warga, Muis, menekankan pentingnya pengawasan langsung terhadap proses pengerjaan.
“Kami akan terus memantau dan memastikan bahwa setiap tahapan pengerjaan berjalan sesuai rencana, sehingga tidak ada lagi penundaan yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, masyarakat, dan perusahaan, proses perbaikan jalan di Desa Tabolang diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup warga, tetapi juga memulihkan kepercayaan publik serta menjaga situasi kamtibmas.
Semua pihak sepakat bahwa komitmen bersama ini merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan harmonis bagi seluruh warga di Kabupaten Mamuju Tengah.(*)












