Dugaan Penggeroyokan di Sekretariat Vendetta Mamuju, Laporan Resmi Masuk Polresta

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju, Suarasulbar.id — Seorang mahasiswa asal Mamuju menjadi korban pengeroyokan di sekretariat Vendetta, organisasi pelajar dan mahasiswa asal Mamuju, pada Jumat malam, (16/1/26), sekitar pukul 23.00 WITA. Peristiwa tersebut kini resmi ditangani aparat kepolisian setelah korban melaporkan kejadian itu ke Polresta Mamuju.

Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/B/20/I/2026/SPKT/Resta Mamuju, Provinsi Sulawesi barat, korban bernama A Alfrian (23), mahasiswa, warga BTN Pantai Indah Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang terjadi di Jalan Dahlia VII, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju.

Menurut A.Alfrian setelah dirinya mengantarkan seorang perempuan ke sekretariat Vendetta, ia di panggil oleh salah seorang yang diduga mahasiswa dan juga anggota organisasi, ia sempat ditanyai dan serta di ancam untuk dipukul

“Awalnya saya ditanya tanya tengtang hubungan kami, namun saya jelaskan bahwa saya pacaran selama 5 bulan, namun singkat cerita dia mengancam saya dengan kata kalau ada apa apai ini saya pukulko itu, saya jawab tidak ji, aman ji kak” ucapnya saat di wawancarai media ini, Sabtu (17/1/2026).

A.alfrian menambahkan setelah dirinya berkomunikasi singkat oleh salah satu mahasiswa tersebut, ia langsung pergi namun beberapa saat kemudian ia kembali bercekcok sehingga Alfrian memutuskan untuk pulang kerumah, namun saat di motor dirinya dikeroyok

“Waktu saya di motor, paska mau kasih nyala motorku untuk pulang saya langsung di pukul saudara Alif, dan waktu itu saya langsung di keroyok oleh beberapa orang” tegasnya

ia juga membantah bahwa dirinya membawa sebilah badik kesekret Vendetta, ia hanya ingin mengantar perempuan yang diduga kekasih korban, atas permintaan perempuan tersebut.

Namun menurut ibu korban, Irma Suryani, peristiwa itu baru diketahui keluarga setelah korban pulang ke rumah dalam kondisi terluka dan menangis.

“Saya kira awalnya kecelakaan. Tapi setelah saya lihat tangannya luka, anak saya bilang dia dikeroyok,” ujar Irma saat memberikan keterangan.

Irma menjelaskan, sebelum kejadian, korban bersama beberapa rekannya sempat nongkrong di pantai. Korban kemudian diminta mengantar seorang perempuan ke sekretariat yang disebut sebagai sekretariat Vendetta dimana kakanya seorang diduga aktivis vendetta. Setibanya di lokasi tersebut, korban diduga justru mengalami pengeroyokan oleh sejumlah orang.

Usai kejadian, keluarga sempat berniat membawa korban berobat. Namun atas pertimbangan keluarga besar, korban akhirnya diarahkan untuk segera melapor ke kepolisian guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Situasi sempat memanas karena adanya upaya dari pihak tertentu untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan meminta agar kasus tidak dibawa ke ranah hukum. Namun keluarga korban bersikeras menempuh jalur hukum.

“Kami merasa terancam. Banyak orang datang bergerombol. Anak saya ketakutan dan minta polisi segera datang,” ungkap Irma.

Polisi akhirnya mendatangi lokasi setelah menerima laporan dan mengamankan situasi guna mencegah terjadinya bentrokan lanjutan.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Mamuju, IPTU Herman Basir, membenarkan bahwa laporan dugaan pengeroyokan tersebut telah resmi diterima.

“Benar, laporan sudah masuk di Polresta Mamuju dan saat ini sedang dalam proses penanganan oleh penyidik,” kata IPTU Herman Basir saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian serta pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan pengeroyokan tersebut.

Pihak keluarga meminta agar pihak yang berwajib untuk cepat menindak lanjuti kasus ini.

Berita Terkait

Belanja Natura Bermasalah, BPK Sebut Ketua DPRD Mamuju dalam Temuan Rp70 Juta
Di Sidang, Eks WKSM Sebut Lahan Sengketa Milik Pak Balo, Bukan Perusahaan
10 Anggota DPRD Polman Diperiksa Kejati, Siapa yang Akan Terseret?
BREAKING NEWS, Polresta Mamuju Sita 3 Alat Berat Tambang Ilegal di Kalumpang, Siapa Pemiliknya?
Kelola Rp9,4 Miliar, Biro Umum Sulbar Dihantam Temuan
8.000 Liter Solar, DPO Belum Ditangkap, Adakah Orang Kuat di Belakangnya?
Dokumen MBG Bocor, Dugaan Suap Rp50 Juta, Mengarah ke Tipikor
Rahmat vs Firman, Skandal Suap MBG, Siapa Kebal Hukum?

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:50 WITA

Belanja Natura Bermasalah, BPK Sebut Ketua DPRD Mamuju dalam Temuan Rp70 Juta

Selasa, 28 April 2026 - 22:19 WITA

Di Sidang, Eks WKSM Sebut Lahan Sengketa Milik Pak Balo, Bukan Perusahaan

Sabtu, 25 April 2026 - 16:09 WITA

10 Anggota DPRD Polman Diperiksa Kejati, Siapa yang Akan Terseret?

Sabtu, 25 April 2026 - 14:11 WITA

BREAKING NEWS, Polresta Mamuju Sita 3 Alat Berat Tambang Ilegal di Kalumpang, Siapa Pemiliknya?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:42 WITA

Kelola Rp9,4 Miliar, Biro Umum Sulbar Dihantam Temuan

Berita Terbaru

Uncategorized

Iqbal Pulang ke Basis Perjuangan, Sapa Mahasiswa Mamuju di Jogja

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:12 WITA

Uncategorized

Program Sobat Sawit, Upaya Serap Tenaga Kerja Lulusan SMK

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:22 WITA