Mamuju, Suarasulbar.id – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang mahasiswa asal Mamuju di sekretariat Vendetta pada 16 Januari 2026 kini masih berada pada tahap penyelidikan.
Namun, di balik proses hukum yang berjalan, kondisi korban justru kian mengkhawatirkan.
Korban diketahui baru menjalani perawatan di rumah sakit beberapa hari setelah peristiwa tersebut.
Pengobatan dua tahun yang dilalui korban selama ini harus di ulang kembali, diduga akibat insiden yang terjadi disekretariat Vendetta.
“Anak saya sampai sekarang masih dirawat di rumah sakit,” kata Irma Suryani, ibu korban, (1/2/26).
Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran adanya perbedaan narasi yang berkembang di ruang publik, sementara fakta medis korban menunjukkan dampak serius pascakejadian.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana insiden tersebut memengaruhi keselamatan korban.
Pihak kepolisian menyatakan proses hukum masih berlangsung.
Kasi Humas Polresta Mamuju, IPTU Herman Basir, mengatakan penyidik tengah mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi.
“Saat ini masih tahap pendalaman dan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi,” ujarnya, (1/2/26).
Hingga kini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Publik menunggu keseriusan aparat penegak hukum untuk membuka fakta secara menyeluruh dan memastikan kasus ini tidak berhenti pada klaim sepihak, melainkan diuji melalui proses hukum yang transparan dan akuntabel.












